• DATE

  • CATEGORY

KEK Industropolis Batang Perkuat Jejak Global lewat Misi Investasi Strategis di Shanghai

KEK Industropolis Batang Perkuat Jejak Global lewat Misi Investasi Strategis di Shanghai

Batang, 18 November 2025 - KEK Industropolis Batang sebagai bagian dari Holding BUMN Danareksa, bersama Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Beijing, telah menuntaskan rangkaian misi promosi investasi di Shanghai, China, pada 7–10 November 2025 melalui partisipasi dalam 2025 International New Energy Chain Cooperation Conference di Jiading District, serta Indonesia–China Business Forum 2025yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, ICBC, dan IIPC Beijing. Rangkaian kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi KEK Industropolis Batang sebagai destinasi investasi unggulan untuk industri energi baru, otomotif, electric vehicle (EV), dan manufaktur berteknologi tinggi.

Direktur Pemasaran dan Pengembangan KEK Industropolis Batang, Indri Septa Respati, menyampaikan bahwa antusiasme yang diterima selama agenda di Shanghai mencerminkan meningkatnya kepercayaan para investor internasional terhadap ekosistem dan prospek kawasan. Ia menekankan bahwa dukungan pemerintah, ketersediaan infrastruktur modern, fasilitas insentif dalam kerangka kawasan ekonomi khusus, serta posisi strategis Batang di jalur logistik nasional menjadi modal kuat yang terus memperkuat daya tarik kawasan.

Selama konferensi, KEK Industropolis Batang terlibat dalam sejumlah diskusi mendalam terkait peluang pengembangan industri energi baru dan otomotif, serta menjalin dialog strategis dengan institusi kunci di Jiading yang dikenal sebagai pusat industri otomotif China. Delegasi juga melaksanakan kunjungan ke beberapa fasilitas manufaktur, termasuk Shanghai Jinxiu Shanhe Automobile Technology Co., Ltd., Yuyao Taisu Automation Technology Co., Ltd., dan Ningbo Fucheng Auto Parts Co., Ltd., untuk melihat langsung kapasitas teknologi para calon investor yang tengah mempertimbangkan ekspansi ke Asia Tenggara.

Pada 10 November, delegasi berpartisipasi dalam Indonesia–China Business Forum 2025 di Grand Hyatt Shanghai yang mengusung tema “Strengthening Financial Connectivity: Advancing Indonesia–China Local Currency Cooperation”. Dalam forum ini, sejumlah calon investor menunjukkan ketertarikannya terhadap peluang di KEK Industropolis Batang. Salah satunya adalah Sichuan Yingfa Ruineng Technology Co., Ltd., produsen solar cell yang membutuhkan lahan sekitar 500 hektare untuk investasi di Indonesia dan mengundang tim untuk melakukan kunjungan lanjutan ke Yibin City, Sichuan Province. Selain itu, Huahong Art Furniture yang telah memiliki pabrik di Semarang tengah mempertimbangkan ekspansi ke Batang. Sementara Fareast Credit Rating menjajaki peluang kolaborasi dalam pembangunan dan pembiayaan infrastruktur.

“Minat investasi datang dari berbagai sektor, mulai dari produsen kendaraan niaga EV, industri robotik otomasi, produsen komponen otomotif, hingga perusahaan kendaraan tiga roda untuk agribisnis serta manufaktur energi baru yang sedang mencari lokasi produksi di kawasan regional. Besarnya minat dari para pelakuindustri di Shanghai tersebut mengonfirmasi bahwaKEK Industropolis Batang berada pada jalur yang tepatsebagai pusat pertumbuhan industri baru Indonesia,” kata Indri.

Director of IIPC Beijing, Rizaldi, menegaskan komitmen pemerintah Indonesia dalam memperluas kerja sama investasi dengan pelaku industri China yang berencana untuk memperluas investasinya di Indonesia. IIPC Beijing dalam kegiatan ini menjembatani danmemfasilitasi para calon investor dalam mengeksplorasi peluang di berbagai sektor. Inisiatif ini juga merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat strategi hilirisasi Indonesia dengan menarik industri bernilai tinggi yang berbasis teknologi.

“Industropolis Batang sebagai destinasi investasi masa depan didukung penuh oleh Pemerintah Indonesia melalui Proyek Strategis Nasional, dengan infrastruktur kawasan yang terintegrasi serta fasilitas insentif komprehensif dalam kerangka Kawasan Ekonomi Khusus,” kata Rizaldi.

“Misi promosi investasi di Shanghai menjadi langkah penting bagi KEK Industropolis Batang untuk memperluas jejaring global dan menarik lebih banyak industri berteknologi tinggi ke Indonesia. Sebagai kawasan yang dirancang untuk mendukung hilirisasi, memperkuat rantai pasok, dan meningkatkan daya saing investasi, KEK Industropolis Batang juga menjadi bagian dari program Asta Cita, khususnya “Program Nasional 5”, yang menargetkan penguatanperekonomian nasional menuju pertumbuhan 8%,” tutupIndri.