Batang, 21 Desember 2025 — KEK Industropolis Batang, anggota Holding BUMN Danareksa, menutup tahun 2025 dengan capaian investasi yang semakin memperkuat posisinya sebagai pusat pengembangan industri modern di Indonesia.
Sepanjang tahun ini, kawasan berhasil menghimpun investasi sebesar Rp4,87 triliun dengan total pemanfaatan lahan mencapai 93,67 hektare, menghadirkan momentum besar bagi realisasi investasi industri nasional.
Sebanyak 12 investor dari Hong Kong, Singapura, Malaysia, Indonesia, dan Tiongkok resmi bergabung sepanjang tahun ini. Mereka mengisi kawasan dengan berbagai industri strategis, meliputi baterai, otomotif, alat kesehatan, garmen, furnitur luar ruang, makanan dan minuman, alas kaki, baja, tekstil, hingga kemasan. Komposisi sektor yang beragam ini memperkuat ekosistem industri yang lengkap, modern, dan berdaya saing global.
Capaian tersebut juga mendorong proyeksi serapan lebih dari 9.000 tenaga kerja, memberikan dampak langsung bagi masyarakat Batang dan Jawa Tengah. Sejumlah perusahaan bahkan telah memulai operasional lebih awal, seperti PT Fondfashion Seamless Garment, yang memanfaatkan Bangunan Pabrik Siap Pakai (BPSP) sambil menunggu penyelesaian fasilitas utama mereka.
Investor lainnya dijadwalkan mulai beroperasi secara bertahap pada tahun 2026, 2027, dan 2028, sehingga aktivitas ekonomi di kawasan akan terus meningkat dari tahun ke tahun.
Tahun 2025 juga diperkuat oleh kehadiran investor berskala besar, seperti PT LBM Energi Baru Indonesia, perusahaan pendukung industri kendaraan listrik (EV) yang menjadi penyerap lahan terbesar tahun ini, yaitu 31,72 hektare, sekaligus memperkuat rantai pasok EV nasional.
Sementara itu, Yotrio/JJD Outdoors, produsen furnitur luar ruang berorientasi ekspor, turut memberikan kontribusi signifikan terhadap proyeksi kebutuhan tenaga kerja, khususnya untuk pemenuhan pasar Amerika Serikat dan Eropa.
Seluruh capaian ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, terutama dalam agenda penguatan industri nasional, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta akselerasi hilirisasi. KEK Industropolis Batang menjadi wujud nyata implementasi agenda pembangunan tersebut melalui kawasan industri yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Direktur Utama KEK Industropolis Batang, Ngurah Wirawan, menyampaikan bahwa capaian tahun ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap kawasan.
“Industropolis Batang hadir sebagai kawasan industri modern yang terhubung dan siap menyambut industri masa depan Indonesia. Capaian tahun ini menunjukkan bahwa kita berada di jalur yang tepat dalam mendorong realisasi investasi industri nasional,” ujarnya.
Optimisme ini sejalan dengan pernyataan Presiden Prabowo Subianto, yang saat meresmikan KEK Industropolis Batang pada 20 Maret 2025, menyampaikan bahwa kawasan ini akan berkembang menjadi “Shenzhen-nya Indonesia”—sebuah pusat industri maju yang mampu bersaing secara global.
Seiring dengan perkembangan kawasan, Industropolis Batang terus memperkuat posisinya, tidak hanya sebagai pengelola lahan industri, tetapi juga sebagai pengelola kawasan industri modern berstandar global. Transformasi ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga masyarakat bahwa Batang kini hadir di panggung internasional sebagai rumah bagi industri kelas dunia, pusat penciptaan lapangan kerja, dan motor pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.
Dengan infrastruktur yang terus ditingkatkan, layanan investasi yang terintegrasi, serta dukungan penuh dari pemerintah pusat dan daerah, KEK Industropolis Batang berkomitmen untuk menjaga momentum positif ini. Kawasan ini siap melangkah sebagai lingkungan industri yang modern, kompetitif, dan membanggakan bagi Indonesia.